Bagaimana Mengurangi angka kemiskinan secara bersama ?
Saudara -Saudaraku yang terhormat,
Dewasa ini masalah kemiskinan sudah semakin mengkhawatirkan kita semua. Banyak penduduk miskin yang semakin menjerit, karena kebutuhan pokok untuk hidup terus membumbung tinggi. Sementara pendapatan tidak kunjung bertambah, ... kalau toh bertambah jalannya tidak secepat dengan laju kenaikan harga kebutuhan mereka. Orang-orang miskin di desa dan di kota semakin bingung, kemana hendak mengadukan nasib mereka?...
Sementara itu, pemerintah telah bertekat kuat untuk lebih peduli dengan masalah kemiskinan. Namun program pengentasan kemiskinan yang mereka tunggu, masih belum bisa mengatasi secara nyata keadaan mereka. apa dan siapa yang salah,...?. Mari kita renungkan secara seksama.
Saudaraku yang peduli kepada kaum papa.
Secara akademis saya bukanlah ahli dalam bidang kemsikinan, namun sebagai sesama manusia, kita memiliki hati nurani. Saya percaya, bahwa hati tidak bisa membohongi dan dibohongi. oleh karena itu, kita tidak bisa lagi berpangku tangan melihat fenomena kemiskinan yang terjadi di negeri tercinta ini.
Untuk mengurangi angka kemiskinan di negeri kita ini, memerlukan kesadaran secara kolektif dari kita semua. Bukan saja Pemerintah , kaum kaya, kaum intelektual, ataupun kaum miskin sendiri, tetapi harus berangkat secara kolektif/bersama, bahwa kita harus bisa mengurangi dan memerangi kemiskinan dinegeri ini.
Ingat petuah orang tua kita " Sapu lidi bisa membersihkan kotoran atau sampah yang ada di rumah dan halaman rumah kita". Secara filosofi lidi tidak mampu bekerja sendiri, tetapi akan kuat dan mampu membersihkan kotoran dan sampah yang bertebaran, jika diikat dalam kebersamaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. jadi tanpa gerakan secara bersama untuk memerangi kemiskinan, apapun dan secanggih apapun upaya yang kita lakukan tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.
Sebagai bangsa yang berpenduduk terbesarke 4 setelah China,India, dan AS. Sebagai bangsa dengan jumlah penduduk miskin yang beser, sekarang ini kita sedang dalam ujian yang amat berat, oleh karena itu melalui kata kebersamaan, bangsa kita akan mampu mengurangi angka kemiskinan.
Apa langkah-langkah yang perlu kita lalukan ?, ada beberapa point penting yang harus dilakukan mengenai hal ini;
1). Dari sisi Pemerintah. Kebijakan yang telah ditetapkan untuk lebih peduli pada ekonomi kerkayatan, semestinya diimplementasikan ke dalam program dan kegiatan yang menyentuh pada kebutuhan masyarakat miskin. Oleh karena itu, peran Pempimpin dan seluruh jajaran pemerintah yang ada di dalam lingkupnya. harus menyadari akan tugas dan fungsi yang mereka emban.
2). Dari sisi kaum kaya (pemilik modal) , Wahai kaum yang berduit, Anda harus menyadari bahwa anda hidup harus saling berbagi, olehkarena itu. Anda perlu menyisihkan sebagian rezeki yang anda dapat untuk kaum yang miskin. Dalam berusahapun, anda tidakbisa bekerja sendiri, anda pasti membutuhkan orang lain. Jadi kesuksesnya anda tidak lepas dari bantuan dari orang lain, oleh karena itu anda mesti peduli kepada orang-orang miskin.
3). Dari sisi para intelktual; Golongan ini juga memiliki andil yang besar dalampengentasan dan penanggulangan kemiskinan, sudah banyak teori atau konsep tentang masalah kemiskinan, namun masalah yang satu ini masih menjadi persoalan besar bag ikit , oleh karena itu sudah menjadi tugas Saudara-saudara para terpelajar dan sangat terpelajar untuk terus mencari solusi pemecahan masalah kemiskinan ini.
4) Bagi saudaraku yang masih memerlukan uluran tangan, ...Hendaknya secara bersama-sama terus berjuang agar bisa keluar dari persoalan kebutuhan dasar hidup (masalah kemiskinan). oleh karena itu, saudaraku tidak hanya mengaharpkan uluran dari pemerintah, atau orang lain. kalian harus lebih peduli pada nasib kalian sendiri, kalau kalian berusaha pasti Tuhan akan merubah nasib untuk lebih baik. Berdayakan hidup anda, secara bersama, ingat petuah orang tua tadi, bahwa sapu lidi akan kuat bekerja bila bersama-sama.
5). Bagi kaum pempimpin; Wahai para Pemimpin yang bijak, ini tugas terberat anda, anda harus memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap persoalan yang satu ini.
salah satu keberhasilan seorang pemimpin, dapat diukur dari bisa tidaknya mereka mengatasi dan mengurangi angka kemiskinan secara nyata. bukan saja dari hitungan statistik, tetapi yang lebih penting adalah secara hati, apakah Saudara merasa telah mampu mengatasi persoalan kemsikinan di negeri ini. Sebagai pemimpin anda harus memiliki hati yang berjiwa raja dan bukan pemimpin berjiwa penguasa. Pempimpin yang berjiwa raja; berarti pemimpin yang selalu berfikir untuk kemaslahatan rakyatnya, tetapi pempimpin berjiwa penguasa adalah yang selalu memikirkan bagaimana terus menguasai rakyatnya.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang banyak (rakyat). Wahai kaum pemimpin yang bijak ... sudah saatnya untuk lebih berpihak kepada kepentingan rakyat. Pasti Rakyat akan menilai dan memilih Saudara kembali apabila Saudara mampu berbuat untuk kepentingan mereka.
6). Bagi kita semua ; Mari bertafakur secara bersama ; dan berbuat yang tepat bagaimana kita bisa mengentaskan kemiskinan di negeri kita; sekali lagi tanpa kebersamaan kita tidakbisa bangkit. lihatlah bangsa Jepang dan Korea, dengan sifat kebersamaan, ketekunan, dan keuletan mereka mampu bangkit dari kekalahan. lihatlah bangsa Vietnam, meskipun belum lama mereka meraih kemerdekaan, tetapi secara bersama-sama perlahan tapi pasti meraka mampu bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan.
Untuk saran dan komentar dari para pemerhati dan peduli masalah kemiskinan, saya tunggu demi kebersamaan kita dalam memerangi dan menanggulangi kemsikinan.
Senin, 07 April 2008
Senin, 24 Maret 2008
Langganan:
Postingan (Atom)